Panduan Umum Menulis Artikel Terindeks Scopus: Dari Research Gap hingga Novelty

Panduan Umum Menulis Artikel Terindeks Scopus: Dari Research Gap hingga Novelty

Panduan Singkat Menulis Artikel untuk Jurnal Terindeks Scopus

Menulis artikel untuk jurnal terindeks Scopus bukan sekadar membuat tulisan yang panjang atau menggunakan banyak referensi. Artikel ilmiah perlu memiliki masalah penelitian yang jelas, landasan ilmiah, research gap, novelty, argumentasi, dan kontribusi akademik.

1. Mulai dari Masalah Penelitian

Tentukan terlebih dahulu persoalan akademik yang hendak dibahas. Hindari memulai tulisan hanya dari topik yang terlalu umum.

Pola sederhana yang dapat digunakan adalah:

Topik → Masalah → Pertanyaan Penelitian

2. Tinjau Penelitian Terdahulu

Baca artikel-artikel yang relevan, terutama artikel jurnal internasional dan penelitian terbaru. Tujuannya bukan sekadar mengumpulkan kutipan, tetapi memahami apa yang sudah diteliti dan apa yang masih belum terjawab.

Literatur harus digunakan untuk membangun argumentasi, bukan hanya sebagai pelengkap daftar pustaka.

3. Temukan Research Gap

Research gap adalah ruang yang belum cukup dijelaskan oleh penelitian sebelumnya. Gap dapat berupa kekurangan teori, konsep, metode, perspektif, maupun konteks penelitian.

Rumus sederhana yang dapat digunakan:

Penelitian sebelumnya telah membahas A dan B, tetapi belum cukup menjelaskan C.

Bagian C dapat menjadi ruang penelitian yang dikembangkan dalam artikel.

4. Tentukan Novelty

Setelah menemukan research gap, tentukan apa yang baru dari artikel yang ditulis. Novelty dapat berupa konsep baru, model baru, sintesis teori, perspektif baru, reinterpretasi, atau penerapan konsep pada konteks tertentu.

Novelty harus terlihat dalam argumentasi dan pembahasan, bukan hanya disebutkan dalam pendahuluan.

5. Rumuskan Pertanyaan dan Tujuan Penelitian

Pertanyaan penelitian harus berhubungan langsung dengan research gap. Tujuan penelitian kemudian dirumuskan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Dengan demikian, terdapat hubungan yang jelas antara masalah, pertanyaan penelitian, tujuan, metode, dan hasil penelitian.

6. Pilih Metode yang Tepat

Metode penelitian harus sesuai dengan masalah dan pertanyaan penelitian. Dalam bidang Teologi dan Pendidikan, beberapa pendekatan yang dapat digunakan antara lain qualitative research, library research, analisis teologis, interpretasi biblika, penelitian historis, analisis filosofis, dan case study.

Metode harus dijelaskan secara transparan sehingga pembaca dapat memahami bagaimana data atau sumber penelitian dianalisis.

7. Bangun Argumentasi Ilmiah

Artikel ilmiah bukan sekadar kumpulan pendapat para ahli. Literatur perlu didialogkan, dibandingkan, dikritisi, dan disintesiskan untuk membangun argumentasi penulis.

Pertanyaan penting dalam bagian ini adalah: Apa argumentasi utama artikel ini?

8. Tunjukkan Temuan dan Kontribusi

Artikel harus menghasilkan sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Dalam penelitian konseptual, hasil penelitian dapat berupa model, kerangka konseptual, sintesis teori, atau konstruksi pemikiran baru.

Kontribusi artikel dapat dijelaskan dalam beberapa bidang:

  • Kontribusi teoretis
  • Kontribusi teologis
  • Kontribusi pendidikan
  • Implikasi praktis

9. Gunakan Struktur Artikel yang Jelas

Struktur umum artikel ilmiah dapat disusun sebagai berikut:

  1. Judul
  2. Abstract
  3. Keywords
  4. Introduction
  5. Literature Review atau Theoretical Framework
  6. Method
  7. Results atau Findings
  8. Discussion
  9. Implications
  10. Conclusion
  11. References

Struktur tersebut dapat disesuaikan dengan author guidelines jurnal yang dituju.

10. Pilih Jurnal dengan Cermat

Sebelum mengirim artikel, periksa status indeksasi jurnal, kesesuaian scope, bidang kajian, ketentuan penulis, biaya publikasi, gaya referensi, dan persyaratan lainnya.

Status indeksasi sebaiknya diperiksa melalui sumber resmi dan informasi jurnal yang terbaru karena status suatu jurnal dapat berubah.

Rumus Sederhana Menulis Artikel

Masalah → Literature → Research Gap → Research Question → Method → Finding → Novelty → Contribution → Target Journal

Prinsip Utama

Artikel yang ditujukan kepada jurnal terindeks Scopus tidak harus menggunakan bahasa yang rumit. Yang lebih penting adalah kejelasan masalah, kekuatan argumentasi, kualitas sumber, ketepatan metode, kebaruan, dan kontribusi ilmiah.

Masalahnya penting, gap-nya jelas, novelty-nya nyata, argumentasinya kuat, dan kontribusinya dapat dipertanggungjawabkan.

Kata kunci: artikel ilmiah, jurnal Scopus, research gap, novelty, penelitian teologi, penelitian pendidikan, publikasi ilmiah

Read More

Iman dan Humanis: Refleksi

Iman dan Humanis: Refleksi

Iman dan Humanis: Ketika Iman Kristen Menjadi Kehidupan yang Menghargai Manusia

Rubrik: Teologi dan Pendidikan Kristen

Iman Kristen tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Allah. Iman Kristen juga mempunyai konsekuensi terhadap cara manusia memandang, memperlakukan, dan menghargai sesamanya.

Karena itu, pembicaraan tentang iman tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Seseorang dapat memiliki pengetahuan agama yang luas, aktif dalam kegiatan gereja, dan memahami banyak ajaran Kristen. Namun, iman juga perlu terlihat dalam cara ia memperlakukan orang lain.

Di sinilah kita dapat membicarakan hubungan antara iman dan humanis.

Apa yang Dimaksud dengan Humanis?

Istilah humanis dalam pembahasan ini digunakan untuk menunjuk pada sikap yang menghargai manusia sebagai pribadi yang memiliki martabat, memperhatikan sesama, dan berusaha menghadirkan kehidupan yang lebih baik dalam relasi dengan orang lain.

Dalam perspektif Kristen, penghargaan terhadap manusia bukan berarti menempatkan manusia sebagai pusat segala sesuatu dan mengabaikan Allah.

Sebaliknya, manusia dihargai karena manusia adalah ciptaan Allah.

Kejadian 1:26–27 menggambarkan manusia sebagai ciptaan yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dasar teologis ini memberikan alasan penting mengapa manusia harus dihargai.

Dengan demikian, iman Kristen memiliki dasar yang kuat untuk membangun kehidupan yang menghormati martabat manusia.

Iman Kristen dan Martabat Manusia

Manusia memiliki nilai bukan terutama karena status sosial, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, atau kemampuan yang dimilikinya.

Nilai manusia berakar pada keberadaannya sebagai ciptaan Allah.

Pandangan ini mempunyai konsekuensi dalam kehidupan sehari-hari.

Jika setiap manusia memiliki martabat sebagai ciptaan Allah, maka seseorang tidak seharusnya memperlakukan sesamanya hanya berdasarkan manfaat yang dapat diberikan.

Manusia bukan sekadar alat untuk mencapai tujuan.

Guru tidak hanya melihat peserta didik sebagai angka dalam daftar nilai. Pemimpin tidak hanya melihat bawahannya sebagai tenaga kerja. Gereja tidak hanya melihat jemaat sebagai jumlah anggota.

Manusia perlu dilihat sebagai pribadi.

Iman mendorong manusia untuk menghargai manusia lain.

Yesus dan Sikap Menghargai Manusia

Pelayanan Yesus memberikan banyak gambaran tentang bagaimana manusia diperlakukan.

Yesus berjumpa dengan berbagai macam orang. Ia berinteraksi dengan orang yang sakit, miskin, tersisih, berdosa, dan mereka yang berada dalam berbagai keadaan kehidupan.

Dalam pelayanan-Nya, manusia tidak hanya dipandang berdasarkan label sosialnya.

Yesus memperlihatkan perhatian terhadap manusia secara konkret.

Salah satu prinsip penting dalam pengajaran Yesus terdapat dalam Markus 12:31:

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Markus 12:31

Kasih kepada sesama bukan sekadar perasaan. Kasih mempunyai konsekuensi dalam cara manusia memperlakukan manusia lain.

Karena itu, iman Kristen tidak cukup hanya diucapkan. Iman perlu hadir dalam hubungan antarmanusia.

Iman yang Terlihat dalam Perbuatan

Surat Yakobus memberikan hubungan yang sangat kuat antara iman dan perbuatan.

Yakobus 2:17 mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati.

Ayat tersebut tidak berarti bahwa manusia memperoleh keselamatan hanya melalui perbuatan. Namun, ayat tersebut menunjukkan bahwa iman yang hidup mempunyai konsekuensi dalam kehidupan.

Jika seseorang mengaku mengasihi Allah tetapi tidak peduli kepada sesamanya, terdapat pertanyaan serius mengenai bagaimana iman tersebut diwujudkan.

Iman yang hidup seharusnya menghasilkan kehidupan yang mempunyai perhatian terhadap orang lain.

Karena itu, iman dan humanis dapat dipertemukan dalam kehidupan yang nyata: menolong, menghargai, mendengarkan, mengampuni, melayani, dan memperlakukan orang lain dengan kasih.

Humanis Bukan Berarti Mengabaikan Kebenaran

Ada hal penting yang perlu diperhatikan.

Menjadi humanis dalam perspektif Kristen bukan berarti menerima semua tindakan manusia tanpa pertimbangan moral.

Menghargai manusia tidak sama dengan membenarkan semua perilaku manusia.

Seseorang dapat menghargai pribadi orang lain sekaligus memberikan penilaian kritis terhadap tindakan yang dianggap tidak benar.

Dalam kehidupan Kristen, kasih dan kebenaran tidak perlu dipertentangkan.

Efesus 4:15 berbicara tentang mengatakan kebenaran di dalam kasih.

Prinsip ini penting. Kebenaran tanpa kasih dapat berubah menjadi kekerasan verbal. Sebaliknya, kasih tanpa kebenaran dapat kehilangan arah moral.

Kebenaran perlu disampaikan dalam kasih.

Iman dan Humanis dalam Pendidikan Kristen

Hubungan ini sangat penting dalam pendidikan Kristen.

Pendidikan bukan hanya proses menyampaikan materi. Pendidikan adalah proses yang berhubungan dengan manusia.

Guru berhadapan dengan manusia yang mempunyai pengalaman, kemampuan, kebutuhan, dan latar kehidupan yang berbeda.

Karena itu, pendidikan Kristen perlu membangun budaya pembelajaran yang menghargai manusia.

Guru Kristen dapat menunjukkan iman melalui cara mengajar.

  • menghargai pendapat peserta didik;
  • mendengarkan dengan sungguh-sungguh;
  • memberikan kesempatan untuk bertanya;
  • menghindari penghinaan;
  • memberikan koreksi dengan kasih;
  • memperlakukan peserta didik secara adil;
  • mendorong peserta didik untuk bertumbuh.

Dengan demikian, humanisme dalam pendidikan Kristen bukan hanya teori. Ia dapat menjadi praktik pedagogis.

Iman dan Humanis dalam Kehidupan Sehari-hari

Iman dan humanis juga dapat ditemukan dalam tindakan sederhana.

Menolong seseorang yang membutuhkan. Mendengarkan orang yang sedang mengalami kesulitan. Menghormati pekerja yang melayani kita. Menghargai orang yang berbeda latar belakang. Tidak merendahkan seseorang karena pekerjaannya.

Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi ruang bagi iman untuk diwujudkan.

Iman tidak selalu membutuhkan panggung besar.

Kadang-kadang iman justru terlihat dalam perjalanan sehari-hari, dalam percakapan singkat, dalam cara seseorang memperlakukan orang yang ditemuinya, dan dalam kesediaan memberikan perhatian kepada sesama.

Karena itu, kehidupan sehari-hari dapat menjadi ruang praksis iman.

Dari Iman kepada Kemanusiaan yang Berdampak

Iman Kristen mempunyai dimensi vertikal dan horizontal.

Dimensi vertikal berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah.

Dimensi horizontal berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesamanya.

Keduanya tidak seharusnya dipisahkan.

Kasih kepada Allah mempunyai hubungan dengan kasih kepada sesama.

Dalam Matius 22:37–39, Yesus menghubungkan kasih kepada Allah dengan kasih kepada sesama.

Dengan demikian, iman Kristen yang sehat tidak hanya menghasilkan manusia yang berbicara tentang Allah, tetapi juga manusia yang mampu menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan bersama.

Kesimpulan

Iman Kristen dan sikap humanis dapat berhubungan erat ketika penghargaan terhadap manusia berakar pada keyakinan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang memiliki martabat.

Karena itu, iman Kristen tidak seharusnya membuat manusia semakin jauh dari sesamanya. Sebaliknya, iman dapat mendorong seseorang untuk semakin peduli terhadap kehidupan manusia.

Iman memberi dasar; kasih memberi bentuk; tindakan menghadirkan dampaknya.

Pertanyaan bagi setiap orang percaya bukan hanya:

“Apa yang saya percayai?”

tetapi juga:

“Bagaimana iman saya membuat kehidupan orang lain menjadi lebih dihargai?”

Di titik inilah iman tidak berhenti sebagai keyakinan pribadi. Iman menjadi kehidupan yang hadir bagi sesama.


Sumber untuk Studi Lebih Lanjut

  • Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia.
  • C. S. Lewis, Mere Christianity, HarperOne.
  • John Stott, The Contemporary Christian, InterVarsity Press.
  • Thomas H. Groome, Christian Religious Education: Sharing Our Story and Vision, Harper & Row.

Catatan: Artikel ini disusun sebagai bahan literasi dan refleksi teologi Kristen. Pembaca dapat menggunakan sumber yang tercantum untuk memperdalam pembahasan.

Read More

Berteologi dan Bependidikan: Mengapa Pendidikan Kristen Butuh Dasar Teologis?

Berteologi dan Bependidikan: Mengapa Pendidikan Kristen Butuh Dasar Teologis?
```html

Teologi Pendidikan Kristen: Mengapa Pendidikan Kristen Membutuhkan Dasar Teologis?

Rubrik: Teologi dan Pendidikan Kristen

Pendidikan itu ada ketika manusia ada. Dalam hal ini, pendidikan selalu berhubungan dengan manusia. Ketika seseorang mendidik, ia sebenarnya sedang melakukan pembentukan cara berpikir, sikap, karakter, keterampilan, dan kehidupan seseorang. Oleh karena itu, pendidikan tidak pernah benar-benar netral. Di balik setiap praktik pendidikan terdapat pandangan tertentu tentang manusia, pengetahuan, kehidupan, dan tujuan yang hendak dicapai.

Bagaimana dengan Pendidikan Kristen?

Pendidikan Kristen bukan sekadar pendidikan umum yang diberi tambahan materi Alkitab atau kegiatan keagamaan. Pendidikan Kristen mempunyai identitas yang berakar pada iman Kristen. Karena itu, pendidikan Kristen membutuhkan dasar teologis yang jelas.

Pertanyaannya adalah: mengapa teologi penting bagi pendidikan Kristen?

Apa yang Dimaksud dengan Teologi Pendidikan Kristen?

Teologi Pendidikan Kristen dapat dipahami sebagai refleksi teologis terhadap proses pendidikan dalam perspektif iman Kristen.

Istilah ini mempertemukan dua bidang yang saling berhubungan, yaitu teologi dan pendidikan.

Teologi membantu menjawab pertanyaan tentang Allah, manusia, dunia, keselamatan, gereja, dan kehidupan berdasarkan iman Kristen. Pendidikan membahas proses bagaimana manusia belajar, bertumbuh, dibentuk, dan mengembangkan kehidupannya.

Ketika keduanya dipertemukan, muncul pertanyaan yang lebih spesifik:

Bagaimana manusia seharusnya dididik berdasarkan iman Kristen?

Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan Kristen membutuhkan lebih dari sekadar metode mengajar. Pendidikan Kristen membutuhkan pemahaman mengenai manusia dan tujuan hidup manusia dalam terang iman Kristen.

Pendidikan Selalu Memiliki Pandangan tentang Manusia

Setiap teori pendidikan pada dasarnya mempunyai asumsi mengenai manusia.

Apakah manusia terutama dipandang sebagai makhluk rasional? Apakah manusia dibentuk oleh lingkungan? Apakah manusia dapat berkembang melalui pengalaman? Apakah pendidikan terutama bertujuan menghasilkan manusia yang produktif?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan mempunyai dimensi filosofis.

Pendidikan Kristen menambahkan pertanyaan teologis:

Bagaimana iman Kristen memahami manusia?

Dalam Kejadian 1:26–27, manusia digambarkan sebagai ciptaan Allah yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Pernyataan ini mempunyai implikasi penting bagi pendidikan.

Peserta didik atau warga pembelajar bukan sekadar penerima informasi. Ia adalah manusia yang memiliki martabat sebagai ciptaan Allah.

Karena itu, pendidikan Kristen perlu memperlakukan peserta didik sebagai pribadi yang harus dihargai, dibimbing, dan dikembangkan secara utuh.

Teologi Memberikan Dasar bagi Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari pandangan mengenai manusia.

Jika manusia hanya dipandang sebagai tenaga kerja, pendidikan mungkin diarahkan terutama kepada produktivitas. Jika manusia dipandang sebagai makhluk sosial, pendidikan dapat diarahkan kepada kemampuan hidup bersama.

Pendidikan Kristen mempunyai horizon yang lebih luas.

Tujuan pendidikan Kristen berkaitan dengan pertumbuhan manusia dalam relasi dengan Allah dan sesama.

Efesus 4:13 berbicara mengenai pertumbuhan menuju kedewasaan dan kepenuhan Kristus. Ayat ini memberikan gambaran bahwa pertumbuhan Kristen bukan hanya berkaitan dengan bertambahnya informasi keagamaan, tetapi dengan kedewasaan hidup.

Dengan demikian, pendidikan Kristen perlu memperhatikan:

  • pengetahuan;
  • iman;
  • karakter;
  • relasi;
  • tanggung jawab;
  • pelayanan;
  • kehidupan yang mencerminkan kasih.

Pendidikan Kristen Bukan Sekadar Transfer Pengetahuan

Salah satu pemahaman sederhana tentang pendidikan adalah bahwa guru memberikan pengetahuan kepada peserta didik.

Pengetahuan memang penting. Pendidikan tanpa pengetahuan akan kehilangan salah satu fungsi dasarnya.

Namun, pendidikan Kristen tidak berhenti pada transfer pengetahuan.

Seseorang dapat mengetahui banyak hal tentang kasih, tetapi belum tentu hidup dalam kasih. Seseorang dapat mengetahui ajaran tentang pengampunan, tetapi belum tentu mampu mengampuni. Seseorang dapat memahami teori tentang pelayanan, tetapi belum tentu bersedia melayani.

Karena itu, pendidikan Kristen mempunyai dimensi pembentukan.

Pendidikan Kristen bertanya bukan hanya:

Apa yang diketahui seseorang?

tetapi juga:

Bagaimana pengetahuan tersebut membentuk kehidupannya?

Di sinilah hubungan antara teologi dan pendidikan menjadi semakin penting.

Yesus dan Pendidikan Pemuridan

Salah satu dasar penting pendidikan Kristen dapat ditemukan dalam pelayanan Yesus.

Yesus tidak hanya mengajar orang banyak. Ia juga memanggil dan membentuk murid.

Matius 4:19 mencatat panggilan Yesus kepada Simon Petrus dan Andreas:

“Mari, ikutlah Aku.”

Matius 4:19

Panggilan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan dalam pelayanan Yesus mempunyai dimensi relasional dan transformatif.

Murid belajar melalui pengajaran, tetapi juga melalui kebersamaan dengan Yesus, pengamatan terhadap pelayanan-Nya, pengalaman, teguran, tugas, dan praktik pelayanan.

Karena itu, pendidikan Kristen dapat melihat pemuridan sebagai salah satu bentuk penting pembentukan manusia Kristen.

Belajar bukan hanya mengetahui apa yang dikatakan Yesus, tetapi juga belajar mengikuti-Nya.

Teologi Membantu Menentukan Isi Pendidikan Kristen

Dasar teologis juga penting dalam menentukan apa yang seharusnya diajarkan.

Pendidikan Kristen tentu perlu memperhatikan Alkitab. Namun, pengajaran Alkitab tidak berarti sekadar mengumpulkan ayat untuk setiap topik.

Peserta didik perlu dibantu memahami konteks, makna, hubungan antarbagian Alkitab, dan relevansinya bagi kehidupan.

Dengan demikian, pendidikan Kristen perlu mengembangkan kemampuan membaca Alkitab secara bertanggung jawab.

Teologi membantu proses tersebut dengan menyediakan kerangka untuk memahami doktrin, sejarah pemikiran Kristen, tradisi gereja, dan berbagai pertanyaan kehidupan dari perspektif iman Kristen.

Teologi dan Pendidikan Kristen di Perguruan Tinggi

Hubungan ini menjadi semakin penting dalam pendidikan tinggi teologi.

Mahasiswa teologi tidak hanya perlu menghafal istilah seperti kristologi, soteriologi, ekklesiologi, atau pneumatologi. Mereka perlu memahami bagaimana konsep-konsep tersebut berhubungan dengan kehidupan dan pelayanan.

Demikian pula mahasiswa Pendidikan Agama Kristen tidak hanya membutuhkan keterampilan pedagogis. Mereka juga membutuhkan dasar teologis agar praktik pendidikan yang dilakukan memiliki arah yang jelas.

Dengan demikian, pendidikan teologi dan pendidikan Kristen sebaiknya tidak dipisahkan secara tajam.

Teologi memberi isi dan orientasi iman; pedagogi membantu mengubah orientasi tersebut menjadi proses pembelajaran yang dapat dialami peserta didik.

Pendidikan Kristen di Era Kompetensi

Pendidikan masa kini banyak berbicara tentang kompetensi. Peserta didik diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, dan berbagai keterampilan lainnya.

Pendidikan Kristen tidak perlu menolak kompetensi tersebut.

Sebaliknya, pendidikan Kristen dapat memanfaatkannya untuk membentuk manusia yang mampu hidup dan berkarya dalam masyarakat.

Namun, pertanyaan teologis tetap diperlukan:

Untuk apa kompetensi itu digunakan?

Kompetensi tanpa arah moral dapat digunakan untuk tujuan yang baik maupun buruk.

Karena itu, pendidikan Kristen perlu menghubungkan kompetensi dengan karakter, tanggung jawab, kasih, keadilan, dan pelayanan.

Dengan kata lain, pendidikan Kristen tidak perlu memilih antara kompetensi dan karakter. Keduanya dapat ditempatkan dalam kerangka pembentukan manusia Kristen yang utuh.

Pendidikan Kristen yang Berorientasi pada Kehidupan

Jika teologi menjadi dasar pendidikan Kristen, maka pendidikan tidak boleh berhenti di ruang kelas.

Apa yang dipelajari harus mempunyai hubungan dengan kehidupan.

Pembelajaran tentang kasih dapat diwujudkan dalam relasi dengan sesama. Pembelajaran tentang keadilan dapat mendorong kepedulian terhadap kehidupan sosial. Pembelajaran tentang pemeliharaan ciptaan dapat mendorong tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dengan demikian, pendidikan Kristen mempunyai dimensi praksis.

Iman yang dipelajari dalam proses pendidikan diarahkan kepada kehidupan nyata.

Kesimpulan

Pendidikan Kristen membutuhkan dasar teologis karena pendidikan tidak hanya berbicara tentang bagaimana manusia belajar, tetapi juga tentang manusia seperti apa yang hendak dibentuk melalui proses belajar tersebut.

Teologi memberikan dasar untuk memahami manusia, tujuan kehidupan, nilai, iman, dan arah pembentukan manusia Kristen.

Karena itu, hubungan teologi dan pendidikan Kristen dapat dirumuskan demikian:

Teologi memberikan dasar dan arah; pendidikan Kristen menjadi proses pembentukan; kehidupan menjadi ruang penerapannya.

Pendidikan Kristen yang memiliki dasar teologis tidak hanya berusaha menghasilkan peserta didik yang mengetahui ajaran Kristen. Pendidikan Kristen berusaha membentuk manusia yang mampu memahami imannya, hidup berdasarkan imannya, dan menghadirkan nilai-nilai iman tersebut dalam kehidupan bersama.

Pada akhirnya, pertanyaan penting bagi pendidikan Kristen bukan hanya “Apa yang harus diajarkan?”, tetapi juga “Manusia seperti apa yang sedang kita bentuk?”

Pertanyaan tersebut membuka ruang bagi pembahasan lebih lanjut mengenai teologi pendidikan, pedagogi Yesus, pemuridan, pembentukan karakter, dan pendidikan Kristen yang berdampak.


Referensi untuk Studi Lebih Lanjut

  1. Alkitab. Lembaga Alkitab Indonesia.
  2. Anthony, Michael J., ed. Introducing Christian Education: Foundations for the Twenty-First Century. Grand Rapids: Baker Academic, 2001.
  3. Groome, Thomas H. Christian Religious Education: Sharing Our Story and Vision. San Francisco: Harper & Row, 1980.
  4. Wilhoit, James C. Christian Education and the Search for Meaning. Grand Rapids: Baker Academic, 1991.

Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan pendidikan dan literasi teologi Kristen. Pembaca dapat menggunakan referensi yang tercantum untuk studi lebih lanjut.

```
Read More

Panduan RPS Sejarah Gereja Umum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) – STT Lukas Online

Panduan RPS Sejarah Gereja Umum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) – STT Lukas Online


Panduan Merumuskan CPL dan CPMK Berbasis OBE | STT Lukas Online

Panduan Merumuskan CPL dan CPMK Berbasis Outcome-Based Education (OBE)

Penulis: Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Ketua: STT Lukas Online


Identitas Mata Kuliah

  • Program Studi: Teologi / Pendidikan Agama Kristen
  • Perguruan Tinggi: STT Lukas Online
  • Mata Kuliah: Sejarah Gereja Umum
  • Kode Mata Kuliah: (diisi Prodi)
  • Bobot: 2 SKS
  • Semester: 3 / 4
  • Mata Kuliah Prasyarat: Pengantar Teologi, Pengantar Studi Alkitab, dan Filsafat (disarankan)
  • Dosen Pengampu: Dr. Yonas Muanley, M.Th.
  • Pendekatan Pembelajaran: Outcome-Based Education (OBE)

Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah Sejarah Gereja Umum membahas perkembangan gereja Kristen dari gereja mula-mula hingga gereja modern dengan pendekatan historis dan reflektif. Mahasiswa diarahkan untuk memahami dinamika sejarah gereja, menganalisis peristiwa dan tokoh penting, serta mengaitkan nilai-nilai historis-teologis dengan kehidupan gereja dan pelayanan masa kini.

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan secara sistematis perkembangan sejarah gereja dari gereja mula-mula hingga gereja modern.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis peristiwa dan tokoh penting dalam sejarah gereja.
  3. Mahasiswa mampu merefleksikan makna teologis dari peristiwa sejarah gereja bagi iman dan pelayanan.
  4. Mahasiswa mampu mengaitkan sejarah gereja dengan konteks gereja Indonesia dan tantangan kekristenan masa kini.
  5. Mahasiswa mampu menunjukkan sikap akademik dan spiritual yang bertanggung jawab dan menghargai keberagaman tradisi gereja.

Tabel Pemetaan OBE: CPL – CPMK – Sub-CPMK – Asesmen

CPL Prodi CPMK Sub-CPMK Metode Pembelajaran Bentuk Asesmen Catatan Prasyarat
CPL Pengetahuan CPMK 1 Mahasiswa mampu menjelaskan periode gereja mula-mula dan konteks sosialnya Ceramah interaktif, diskusi Kuis, tugas individu Pengantar Teologi, Pengantar Studi Alkitab
CPL Pengetahuan CPMK 1 Mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan gereja abad pertengahan dan reformasi Diskusi kelompok Tugas tertulis Pengantar Teologi, Filsafat
CPL Keterampilan Umum CPMK 2 Mahasiswa mampu menganalisis peran tokoh gereja dalam perubahan sejarah Studi kasus Presentasi Pengantar Teologi, Filsafat
CPL Sikap CPMK 3 Mahasiswa mampu merefleksikan nilai teologis dari peristiwa sejarah gereja Refleksi tertulis Esai reflektif Pengantar Teologi, Pengantar Studi Alkitab, Filsafat
CPL Keterampilan Khusus CPMK 4 Mahasiswa mampu mengaitkan sejarah gereja dengan konteks gereja Indonesia Diskusi kontekstual Proyek mini Pengantar Teologi, Filsafat
CPL Sikap & Tata Nilai CPMK 5 Mahasiswa menunjukkan sikap terbuka dan bertanggung jawab dalam diskusi Observasi Penilaian sikap Semua prasyarat

Rencana Pertemuan (14 Minggu)

  1. Pengantar Sejarah Gereja dan Metodologi
  2. Gereja Mula-Mula dan Dunia Romawi
  3. Konsili Gereja dan Pembentukan Doktrin
  4. Gereja Abad Pertengahan
  5. Reformasi Gereja
  6. Gereja Pasca-Reformasi
  7. Ujian Tengah Semester
  8. Pietisme dan Kebangunan Rohani
  9. Gereja dan Kolonialisme
  10. Gereja Modern dan Ekumenisme
  11. Gereja di Asia dan Indonesia
  12. Tantangan Gereja Kontemporer
  13. Refleksi Historis-Teologis
  14. Ujian Akhir Semester

Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif
  • Diskusi kelompok
  • Studi kasus sejarah
  • Refleksi teologis
  • Presentasi mahasiswa

Sistem Penilaian

  • Partisipasi & sikap : 15%
  • Tugas & refleksi : 25%
  • Presentasi : 20%
  • UTS : 15%
  • UAS : 25%

Disusun oleh: Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Ketua: STT Lukas Online

Read More

Panduan Merumuskan CPL dan CPMK Berbasis Outcome-Based Education (OBE)

Panduan Merumuskan CPL dan CPMK Berbasis Outcome-Based Education (OBE)
Cara Merumuskan CPL dan CPMK Sesuai OBE | STT Lukas Online

Cara Merumuskan CPL dan CPMK Sesuai Outcome-Based Education (OBE)

Oleh: Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Jabatan: Ketua STT Lukas Online


Pendahuluan

Outcome-Based Education (OBE) merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan capaian pembelajaran sebagai pusat seluruh proses akademik. Dalam konteks pendidikan tinggi, termasuk pendidikan teologi, penerapan OBE menuntut perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang jelas, terukur, dan selaras.

Artikel ini disusun sebagai panduan praktis dan akademik bagi dosen dan pengelola program studi di STT Lukas Online dan perguruan tinggi sejenis dalam merumuskan CPL dan CPMK sesuai standar OBE, kebijakan MBKM, serta tuntutan akreditasi nasional.

Pengertian CPL dalam Kerangka OBE

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) adalah rumusan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan setelah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran pada suatu program studi. Dalam pendekatan OBE, CPL menjadi arah strategis kurikulum dan fondasi bagi seluruh CPMK.

CPL umumnya mencakup empat unsur utama, yaitu:

  • Sikap dan tata nilai
  • Pengetahuan
  • Keterampilan umum
  • Keterampilan khusus

Langkah Merumuskan CPL Sesuai OBE

  1. Menelaah Visi dan Misi Institusi
    CPL harus selaras dengan visi keilmuan, spiritualitas, dan karakter lulusan yang ditetapkan oleh STT Lukas Online.
  2. Mengacu pada SN-Dikti dan OBE
    Rumusan CPL perlu sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi serta menekankan hasil belajar yang dapat diamati dan diukur.
  3. Menggunakan Kata Kerja Operasional
    CPL dirumuskan dengan kata kerja yang jelas, seperti: menganalisis, mengevaluasi, merancang, mengintegrasikan, dan menerapkan.
  4. Menjamin Relevansi Lulusan
    CPL harus mencerminkan kebutuhan gereja, masyarakat, dan dunia pelayanan Kristen kontemporer.

Pengertian CPMK dalam OBE

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) adalah kemampuan spesifik yang harus dicapai mahasiswa setelah menyelesaikan satu mata kuliah. CPMK merupakan turunan langsung dari CPL dan berfungsi sebagai penghubung antara kurikulum program studi dan proses pembelajaran di kelas.

Langkah Merumuskan CPMK yang Selaras dengan CPL

  1. Memetakan CPL ke Mata Kuliah
    Setiap mata kuliah harus berkontribusi secara jelas terhadap satu atau lebih CPL.
  2. Merumuskan CPMK yang Spesifik dan Terukur
    CPMK harus dapat diukur melalui asesmen yang dirancang secara sistematis.
  3. Menggunakan Taksonomi Bloom Revisi
    Kata kerja dalam CPMK sebaiknya mencerminkan level kognitif, afektif, dan psikomotorik yang diharapkan.
  4. Menyesuaikan dengan Metode dan Asesmen
    Setiap CPMK harus selaras dengan metode pembelajaran dan instrumen penilaian.

Contoh Hubungan CPL dan CPMK

Sebagai contoh, apabila salah satu CPL berbunyi:

“Mampu menganalisis dan menerapkan prinsip teologi Kristen dalam konteks pelayanan dan pendidikan.”

Maka CPMK pada mata kuliah terkait dapat dirumuskan sebagai:

“Mahasiswa mampu menganalisis konsep teologi Kristen dan menerapkannya dalam studi kasus pelayanan gerejawi.”

Penutup

Perumusan CPL dan CPMK yang selaras dengan Outcome-Based Education merupakan kunci utama dalam membangun kurikulum yang bermutu, akuntabel, dan relevan. Melalui pendekatan ini, STT Lukas Online diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, matang secara spiritual, dan kontekstual dalam pelayanan.


Penulis: Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Ketua: STT Lukas Online

Read More

OBE: Pendekatan Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran di Perguruan Tinggi

OBE: Pendekatan Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran di Perguruan Tinggi
OBE: Pendekatan Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran di Perguruan Tinggi

OBE: Pendekatan Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran di Perguruan Tinggi

OBE atau Outcome-Based Education merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan hasil akhir pembelajaran sebagai pusat dari seluruh proses akademik. Dalam pendekatan ini, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari seberapa banyak materi yang disampaikan atau berapa lama mahasiswa mengikuti perkuliahan, melainkan dari apa yang benar-benar mampu dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran.

Pendekatan OBE berkembang sebagai respons terhadap tuntutan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga lulusan yang kompeten, relevan, dan siap berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, OBE hadir sebagai kerangka berpikir yang membantu institusi pendidikan menjawab tantangan tersebut secara sistematis dan terukur.

Makna Dasar Outcome-Based Education

Secara sederhana, OBE dapat dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang dimulai dengan menetapkan tujuan akhir pembelajaran, kemudian seluruh proses pembelajaran dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan akhir ini dirumuskan dalam bentuk capaian pembelajaran yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan dimiliki oleh lulusan.

Dalam OBE, pertanyaan kunci yang selalu diajukan adalah: “Setelah lulus, kompetensi apa yang harus dimiliki mahasiswa agar ia dinyatakan berhasil?” Pertanyaan ini menggeser fokus pendidikan dari aktivitas mengajar dosen ke hasil belajar mahasiswa.

Pergeseran Paradigma dari Pendekatan Konvensional

Pendekatan konvensional dalam pendidikan tinggi cenderung berfokus pada materi ajar, silabus, dan jumlah pertemuan. Keberhasilan pembelajaran sering kali diukur melalui nilai ujian akhir tanpa melihat secara mendalam apakah mahasiswa benar-benar menguasai kompetensi yang dibutuhkan.

OBE membawa pergeseran paradigma yang signifikan. Kurikulum tidak lagi dipahami sebagai kumpulan mata kuliah, melainkan sebagai sistem terintegrasi yang dirancang untuk menghasilkan profil lulusan tertentu. Setiap mata kuliah memiliki peran yang jelas dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan.

Capaian Pembelajaran sebagai Inti OBE

Capaian pembelajaran merupakan jantung dari pendekatan OBE. Capaian ini dirumuskan secara jelas, spesifik, dan dapat diukur. Dalam konteks perguruan tinggi, capaian pembelajaran dirancang agar mencerminkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan akademik, profesional, dan sosial.

Capaian pembelajaran tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga keterampilan praktis serta sikap dan nilai. Dengan demikian, OBE mendorong pendidikan yang holistik dan berorientasi pada pembentukan lulusan yang utuh.

Peran Dosen dalam Pendekatan OBE

Dalam kerangka OBE, peran dosen mengalami perubahan yang mendasar. Dosen tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi sebagai perancang pengalaman belajar. Dosen merancang strategi pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Pembelajaran dalam OBE mendorong penggunaan metode aktif dan partisipatif, seperti diskusi, studi kasus, proyek, dan refleksi. Metode-metode ini membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata.

Penilaian dalam Kerangka Outcome-Based Education

Penilaian dalam OBE dirancang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa telah mencapai capaian pembelajaran. Penilaian tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi akhir, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Penilaian yang selaras dengan OBE biasanya bersifat autentik, yaitu menilai kemampuan mahasiswa melalui tugas-tugas yang mencerminkan situasi nyata. Dengan demikian, penilaian memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kompetensi mahasiswa.

OBE dan Budaya Mutu Perguruan Tinggi

OBE sangat erat kaitannya dengan budaya mutu. Pendekatan ini menekankan pentingnya evaluasi dan peningkatan berkelanjutan berdasarkan data hasil pembelajaran. Data tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran.

Dengan OBE, perguruan tinggi memiliki kerangka kerja yang jelas untuk memastikan mutu pendidikan. Proses akademik menjadi lebih transparan dan akuntabel bagi seluruh pemangku kepentingan.

OBE dalam Konteks Pendidikan Tinggi Keagamaan

Dalam pendidikan tinggi keagamaan, OBE tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan spiritualitas. Capaian pembelajaran dirancang untuk mencerminkan integrasi antara kompetensi akademik dan nilai-nilai keimanan.

Pendekatan ini memungkinkan institusi pendidikan keagamaan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan melayani masyarakat.

Tantangan Implementasi OBE

Meskipun menawarkan banyak manfaat, implementasi OBE tidak lepas dari tantangan. Beberapa tantangan yang sering dihadapi adalah pemahaman yang belum merata, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan sumber daya.

Oleh karena itu, implementasi OBE membutuhkan komitmen pimpinan, pendampingan dosen, serta penguatan budaya mutu agar dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Penutup

Outcome-Based Education merupakan pendekatan kurikulum yang menempatkan capaian pembelajaran sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan. Dengan fokus pada hasil nyata, OBE membantu perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang kompeten, relevan, dan berkarakter.

Ketika diterapkan dengan pemahaman yang benar dan komitmen yang kuat, OBE bukan hanya menjadi tuntutan kebijakan, tetapi menjadi sarana strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Read More

Dulu saya di SMEA Negeri tidak ada Wisuda Kini Anakku Wisuda di SMK PGRI 1 Jakarta

Dulu saya di SMEA Negeri tidak ada Wisuda Kini Anakku Wisuda di SMK PGRI 1 Jakarta
Anak bungsu mengikti pendidikan formal di SMK PGRI 1 Jakarta dengan kompetensi Keahlian: Desain Komunikasi Visual (DKV), pada tanggal 19 Juni 2024 akan diwisuda di Gedung Serba Guna Antarikshe - Halim Perdana Kusuma. Berikut undangan untuk kami sebagai orangtua (Bapa dan Mama) dari anak kami Medius.

Selanjutnya anak kami diterima di Universitas Guna Darma untuk Prgram Studi Komunikasi, kampusnya di Cikunir-Bekasi Jawa Barat. Kami telah berkunjung ke universitas Gunadarma di Kalimalang dan juga kampus di Cikunir. Untuk masuk ke universitas ini, anak saya mendapat kesempatan emngikuti tes Try out. Try out adalah suatu kegiatan uji coba mengerjakan soal-soal ujian masuk ke Tingkat Pendidikan yang lebih tinggi seperti masuk ke perguruan tinggi tertentu. Dalam konteks anak saya, ia mengikuti Try Out dan berhasil diterima di Universitas Guna Darma. Jadi, ia masuk ke universitas ini melalui Try out. Program Studi yang dipilih yaitu disiplin ilmu yang tidak terlalu jauh dari Desain Komunikasi Visual. Atas saran dari anak saya yang kedua pada adiknya untuk memilih Program Studi Komunikasi. Oleh karenanya anak saya yang bungsu memilih Program Studi Komunikasi. Hari ini anak saya mengikuti wisuda di SMK PGRI 1. Wisuda diselenggarakan di Gedung Serba Guna Antarikhshe-Halim. Wisuda dilalui dengan sukses dan selanjutnya akan mengikuti kuliah di Universitas yang saya sebutkan di atas.

Selanjutnya menunggu tes kesehatan dan Orietasi Mahasiswa Baru dan memulai kuliah di Universitas yang saya sebutkan di atas. Program Studi yang dipilih yaitu komunikasi.
Semoga bermanfaat.

Read More

Penerimaan Mahasiswa Baru STT Injili Jakarta 2024/2025

Penerimaan Mahasiswa Baru STT Injili Jakarta 2024/2025
STT Lukas Online memposting salah satu STT di Jakarta yang membuka kesempatn kepada para pemuda dan pemudi Kristen untuk mengikuti studi di STT sesuai brossur berikut ini:


Jadi, pemda dan pemudi Kristen yang terpanggil untuk mengikuti studi di Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta, silakan mendaftarkan diri di panitia penerimaan mahasiswa baru. Segala yang berhubungan dengan administrasi dan hal-hal lain, silakan tanyakan kepada panitia penerimaan mahasisw baru dalam media publikasi yang kami sertakan di atas. Pilih STT lihat visi dan misi yang diusung dan belajarlah sesuai dengan semangat visi tersebut. Visi dan Misi STT Injili Jakarta yang saya sadur dari laman website STT Injili Jakarta sbb:

VISI STT Injili Jakarta:
"Menghasilkan akademisi cerdas, berintegritas, religius, dan berdayaguna bagi pelayanan desa dan kota."

Sumber: https://www.sttinjilijakarta.ac.id/read/3/visi-dan-misi MISI STT Injili Jakarta:

Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi yang berkualitas.
Melaksanakan penelitian yang relevan dan inovatif.
Melakukan pengabdian pada masyarakat yang holistic dan tepat guna.
Menyelanggarakan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel dan berwibawa.

Sumber: Website STTIJA: https://www.sttinjilijakarta.ac.id/read/3/visi-dan-misi
TUJUAN

Menghasilkan lulusan yang berkompeten dan memiliki karakter Kristus.
Menjadikan STT Injili Jakarta sebagai pusat penelitian yang berdaya saing.
Menjadikan STT Injili Jakarta sebagai pusat kajian Pendidikan Keagamaan Kristen untuk menjawab kebutuhan msyarakat pedesaan.
Terjalinnya kerja sama terintegrasi dengan Alumni, Lembaga Pemerintah, dan Lembaga terkait lainnya.
Sumber: website STTIJA: https://www.sttinjilijakarta.ac.id/read/3/visi-dan-misi

STRATEGI (untuk strategi, silakan kunjungi laman website STT Injili Jakarta.


Salam sukses

Yonas muanley

Read More

STT Lukas Online bekerja sama dengan STT lain dalam Penerimaan Mahasiswa Baru

STT Lukas Online bekerja sama dengan STT lain dalam Penerimaan Mahasiswa Baru

 STT Lukas Online bekerja sama dengan salah satu STT di Indonesia untuk mengadakan kelas Blended Learnin atau Hybrid dalam Program Studi Teologi dan Pendidikan AGama Kristen untuk jenjang Strata 1, Strata 2. Strata 2 ada program Magister Teologi. Bagi yang berminat silakan melihat syarat-syarat dalam brosur berikut ini.




Bagi yang berminat silakan hubungi Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru sesuai yang ada di brosur. Pemilik blog ini ikut mengambil bagian sebagai dosen di STT yang telah dipromosikan dalam brosur di atas. Untuk mereka yang sibuk kerja dapat memilih kelas Hybrid dengan beberapa model yang akan disampaikan kemudian
Salam sukses

Read More

Percaya Pohon Sirih?

Percaya Pohon Sirih?
Saya sengaja memposting rekaman saya tentang batang sirih yang berhasil menjalar ke salah satu pohon yaitu pohon Cemara dan berhasil menguasai pohon tersebut sehingga mebentuk seperti sebuah pohon. Bila dilihat sepintas sepertinya pohon Sirih. Di dalam penguasaan dauh sirih yang berhasil menguasai pohon Cemara menyebabkan pohon Cemara menjadi kering namun masih kuat menahan batang-batang sirih dan daun sirih yang menguasai pohon Cemara.

Daun sirih yang nampak tidak memiliki buah. Jadi, Sirih di halaman kampus seperti yang nampak dalam video tidak memiliki buah yang disebut buah Sirih. Walaupun tidak ada buah, sirih berhasil menguasai pohon Cemara. Pertanyaan Teologis? Apa korelasi naratif terhadap kehidupan manusia dalam arti manusia Akademis, maunusia gereja, manusia PkM dll. Silakan Anda memberi komentar.
Read More

Keindahan Laut dan Jembatan Merah Jayapura

Keindahan Laut dan Jembatan Merah Jayapura
Video STT Lukas Online. Hidup seseorang tidaklah luput dari rintangan. Demikianlah kehidupan ini mesti dijalani. Ada waktu kita diizinkan mengalami hal yang menyakitkan namun ada juga waktu kita keluar dari masa sakit (rintangan) tersebut. Beberapa waktu yang lalu, saya mengalami perjalanan dari Wamena ke Jakarta melalui Sentani. Seperti biasanya dalam masa pandemi Covid-19, setiap yang melakukan penerbangan dengan pesawat ke darah tertentu antar propinisi, antar kabupaten selalu diwajibkan untuk tes antigen dan PCR. Bagi yang melakukan penerbangan seperti pengalaman saya dari Sentani ke Jakarta harus melakukan tes PCR di rumah sakit.

Saya menjalani persyaratan tersebut dengan cara mendatangi rumah sakit untuk dites PCR. Hasil tes itu menentukan keberangkatan dengan pesawat ke Jakarta dan sebaliknya. Saya tes pertama kali di salah satu rumah sakit negeri yang ada di kota Sentani dan hasilnya positif. Memang saya tidak mengalami banyak gejala seperti gangguan pernapasan dan gejala seperti demam atau panas tinggi dan batuk berat.

Saya kemudian melakukan isoman dan setelah beberapa hari, saya ke rumah sakit Provita yang ada di kota Jayapura. Hasil tes menunjukan saya positif. Karena gejalanya tidak terlalu berat atau OTG maka saya isolasi mandiri dengan konsultasi ke dokter Rumah Sakit Provita untuk mendapat obat. Hasil pemerisaan PCR saya bawa pada saat konsultasi ke dokter dan dokter memberi saya beberapa obat, diantaranya obat pembunuh virus. Ada 10 kapsul yang saya harus habiskan dalam 5 hari. Saya minum pagi dan malam setelah makan. Selain itu ada obat untuk pengencer batuk dan juga flu dan pilek dan beberapa vitamin.

Setelah konsumsi obat mulai dari tanggal 21 Juli sampai dengan 29 Juli 2021, saya kembali lagi ke Provita untuk dites PCR, puji Tuhan hasilnya Negatif. Dengan hasil PCR itu, salah satu ketua STT di Wamena membeli tiket pesawat untuk keberangkatan saya pada hari Sabtu 31 Juli 2021 dan tiba di Jakarta - sampai rumah pukul 09.00.

Pada hari Minggu 1 AGustus 2021, saya ke salah satu klinik untuk tes antigen. Maksud saya melakukan tes ini untuk keamanan di rumah. Hasil tes antigen menunjukkan Neatif. Lalu apa hubungan dengan video berikut ini tentang keindahan alam dan jembatan merah. Video ini saya ambil sewaktu pulang dari Tes PCR di salah satu rumah sakit swasta yang saya sebutkan di atas. Saya dibonceng oleh teman dengan menggunakan motor dalam perjalanan pulang ke Sentani. Kami berhenti sejenak di salah satu tempat yang memungkinkan untuk memandang keindahan laut dan jematan merah di kota Jayapura. Saya menghibur diri dengan cara mengambil rekaman tentang keindahan yang saya maksudkan di atas.

Saya berusaha untuk tidak larut dalam kesedihan karena hasil tes PCR beberapa waktu sebelumnya dari tes PCR ketiga yang saya alami. Hasilnya tes PCR pada tanggal 29 Juli 2021 di Provita menunjukkan hasil Negatif. Saya sangat girang karena dengan hasil tes tersebut saya dapat membeli tiket untuk kembali ke Jakarta. Bayangkan saya tertahan di Sentani karena hasil tes PCR menyatakan saya positif. Saya kemudian datang ke dokter di RS Provita dan konsultasi untuk pengobatan. Akhirnya saya dapat obat dan konsumsi selama 10 hari dan kembali untuk tes PCR dengan hasil yang saya sudah sebutkan di atas.

Bila ada rekan-rekan atau siapa saja yang membaca artikel ini, mungkin sedang mengalami hal yang sama dengan saya dalam hal Tes PCR yang menunjukkan kita positif. Tetap semangat, lakukn konsultasi dengan dokter agar mendapat obat yang cocok. Setelah itu, letakkan obat tersebut di lantai atau di mana saja dan berdoa. Saya melakukannya dengan meletakan di lantai kamar tidur dan diatas tumpukan obat itu saya berdoa agar TUHAN Yesus menolong saya dalam proses pemulihan agar tes PCR Negatif. Puji TUHAN hasilnya tes PCR ketiga menunjukkan saya Negatif.

Sebelum saya ke Wamena, saya sudah divaksin pertama dan kedua. Ini keuntungan saya. Dengan vaksin tersebut menolong tubuh saya dalam mengantisipasi virus Covid-19. Artinya ada virus dalam tubuh saya tetapi virus itu sudah lemah dan tidak menulr kepada orang lain. Jadi, video berikut ini adalah hasil rekaman perjalanan Sentani ke Jayapura PP untuk tes PCR. Dalam perjalanan itulah saya membuat rekaman. Rekaman itu sekaligus menghibur saya.

Semoga video ini bermanfaat.

Read More

Rencana Membuka Program Studi Pendidikan Agama Kristen Online

Rencana Membuka Program Studi Pendidikan Agama Kristen Online

Saya Dr. Yonas Muanley, M.Th., sedang merancang kuliah online dengan system Blended learning yang lebih efisien, efektif menolong mereka yang merindukan pendidikan yang mempersiapkan seseorang untuk menjadi Pendidik Kristen di Sekolah Formal dan Perguruan Tinggi. Mata Kuliah dirancang dengan pendekatan kompetensi KKNI. Secara teknisnya pelaksanaan kuliah dilakukan dibawah nama Sekolah Tinggi Teologi Lukas (STTL) yang berafiliasi dengan sekolah yang sudah memiliki Akreditasi. Setelah STTL mendapat izin penyelenggaraan dan Akreditasi maka STTL akan menyelenggarakan pendidikan Teologi secara mandiri.

Mata Kuliah yang disiapkan secara online, yakni mata kuliah:

1.       Sejarah Gereja Umum

2.       Sejarah Gereja Asia

3.       Sejarah Gereja Indonesia

4.       Manajemen Pendidikan Berbasis MPMBS

5.       Desain Kurikulum Pendidikan Agama Kristen

6.       Teknologi Pendidikan Agama Kristen

7.       Metodologi Penelitian

8.       PAK Multikutural

9.       Liturgika

10.   Homiletika

11.   Dll

Sistem kuliah:

Memanfaatkan teknologi Online. Dengan demikian kuliah dapat dilakukan di mana saja, kapan saja. Para mahasiswa diwajibkan memiliki situs berbasis wordpress yang dijadikan sebagai buku online mahasiswa. Tugas-tugas mata kuliah dilakukan melalui situs wordpress. STTL akan mengusahakan agar memiliki situs yang dapat memberi domain dan hosting kepada mahasiswa untuk mengerjakan tugas dan mengirim tugas. Para dosen akan memeriksa tugas melalui system online. Kuliah demikian memungkinkan mahasiswa sambil kerja tapi dapat mengikuti kuliah, sambil bekerja di sawah sambil kuliah, memelihara ayam sambil kuliah. Intinya kuliah ini tidak mewajibkan Anda dating setiap hari ke Kampus. Kampus dipindahkan ke setiap orang yang telah mendaftar sebagai mahasiswa. Artinya dimana saja mahasiswa berada dan memiliki perangkat teknologi maka ia dapat melakukan kegiatan kuliah di STTL.

Biaya kuliah menjadi lebih murah bila dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal di Asrama atau kuliah secara konfensional. Tugas para mahasiswa dapat dicek kapan saja oleh siapa saja yang memiliki kepentingan dengan legalitas sekolah. Tentu tetap diutamakan proses dan bukan cepat mendapat ijazah. Ijazah akan diperoleh setelah proses akademis dilakukan secara baik dan benar.
Read More

Mata Kuliah dan Materi Perkuliahannya

Mata Kuliah dan Materi Perkuliahannya
Mengakhiri tahun 2019 saya memposting beberapa mata kuliah dengan materinya. Diharapkan menjadi masukan bagi mereka yang akan mengajar mata kuliah yang mungkin ada dalam postingan ini. Bila ya maka Anda mendapat salah satu media yang memberi masukan materi mata kuliah untuk Anda pertimbangkan dan kembangkan sendiri. Mata kuliah yang saya maksudkan, yakni:





MK. Pembimbing Pengetahuan PL
Materi Perkuliahan

1. Proses Kanonisasi Alkitab PL
2. Susunan Alkitab PL Yudaisme dan Alkitab Versi Lainnya
3. Kajian Kitab Pentateuk
4. Kajian Kitab Sejarah
5. Kajian Kitab Puisi
6. Kajian Kitab Para Nabi

MK. Pembimbing Pengetahuan PB
Materi Perkuliahan:

1. Sejarah dan Latar Belakang Perjanjian Baru
2. Dunia Kebudayaan Zaman PB
3. Kanonisasi Perjanjian Baru
4. Penelitian Naskah dan Sumber-sumber Penulisan
5. Kitab-kitab Injil dan Kisah Para Rasul
6. Surat-surat Rasul Paulus
7. Kitab Ibrani dan surat-surat Umum
8. Kitab Wahyu

MK. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
Materi Perkuliahan

1. Pengertian Strategi Pembelajaran PAK
2. Peran Guru dalam pembelajaran
3. Komponen-komponen dalam strategi pembelajaran PAK (pengorganisasian, pengelolaan, penyampaian)
4. Strategi dan metode mengajar
5. Kriteria dalam memilih strategi pembelajaran
6. Ketrampilan mengajar
7. Evaluasi mengajar (Belajar dan Pembelajaran: 91-108)
8. Rekayasa pembelajaran
9. Pembelajaran remedial

Mata Kuliah. Metoodologi Penelitian Sosial dan Penelitian Tindakan Kelas
Materi Perkuliahan

1. Dasar-dasar teori tentang metodologi penelitian
2. Metodologi penelitian kuantitatif
3. Metodologi penelitian kualitatif
4. Kombinasi kuantitatif dan kualitatif
5. Penelitian tindakan
6. Penelitian Teologi

MK. Pendidikan Agama Kristen Multikultural
Materi perkuliahan

1. Realitas pluralisme Masyarakat Indonesia
2. Dasar teologis dan paedagogis dalam masyarakat majemuk
3. Prinsip-prinsip PAK dalam Masyarakat Majemuk
4. Sikap yang perlu dihindari dalam masyarakat majemuk
5. Pendekatan PAK
6. Strategi PAK
7. Mengembangkan model PAK multikultural dan inklusif
8. Aspek-aspek hukum tentang masyarakat majemuk dalam beragama

MK. Sejarah Gereja Umum
Materi Perkuliahan

1. Arti dan manfaat Studi Sejarah Gereja Umum
2. Periodisasi Sejarah Gereja Umum
3. Kemunculan dan perkembangan gereja pada abad-abad permulaan
4. Perjumpaan Islam dan gereja
5. Perkembangan Gereja di Eropa pada Abad Pertengahan
6. Gerakan Reformasi Luther dan Perluasannya di Eropa
7. Gerakan kontra Reformasi
8. Gerakan Pietisme dan revivalisme di Eropa dan penyebarannya ke Amerika
9. Kemunculan berbagai aliran gereja di Amerika
10.Perkembangan pemikiran Protestan di Eropa pada abad ke-19 sampai abad ke-20

Materi perkuliahan di atas hanyalah contoh, Anda dapat mengembangkannya sesuai perkembangan dan kebutuhan. Penyesuaian ini dimaksud agar materi kuliah tidak hanya menjadi menara gading tetapi dapat diaktualisasi dalam pelayanan pengajaran dan pelayanan penggembalaan jemaat.

Salam
Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Read More

Pendidikan Karakter Bangsa dan Karakter Kristen

Pendidikan Karakter Bangsa dan Karakter Kristen
Pendidikan Karakter Bangsa adalah sifat-sifat yang harus dimiliki oleh warga negara Indonesia. Orang Kristen Indonesia juga adalah warga negara Indonesia maka padanya harus memiliki karakter bangsa, khususnya pendidikan karakter bagi peserta didik Kristen. Sebagai bagian dari warga negara, peserta didik Kristen wajib memiliki karakter bangsa seperti:

(1) Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya
(2) Tanggungjawab kedisiplinan, dan kemandirian
(3) Kejujuran
(4) Hormat dan santun
(5) Kasih saying, kepedulian, dan kerjasama
(6) Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah
(7) Keadilan dan kepemimpinan
(8) Baik dan rendah hati
(9) Toleran, cinta Damai, dan Persatuan (Sri Narwanti, 2011:25)

Dalam sumber yang lain disebutkan bahwa ada 13 karakter bangsa yang mesti diupayakan agar terbentu dalam diri peserta didik. Tiga belas karakter itu dirinci sebagai berikut.( Haedar Nashir, 2013:xiv)
(1) Jujur
(2) Berani
(3) Amanah
(4) Adil
(5) Bijaksana
(6) Tanggungjawab
(7) Disiplin
(8) Mandiri
(9) Malu
(10) Kasih sayang
(11) Indah
(12) Toleran
(13) Cinta Bangsa (Kewargaan)







Sedangkan karakter berikut ini adalah karaker yang bisa dilakukan orang Kristen yang diambil dari Alkitab yaitu surat rasul Paulus kepada jemaat Kristen di Korintus sebagaimana tertulis dalam I Korintus 13:4. Bila kita rinci maka kita akan mendapatkan karakter kasih yaitu:

(1) Sabar
(2) murah hati
(3) tidak cemburu
(4) tidak memegahkan diri dan tidak sombong
(5) tidak melakukan yang tidak sopan
(6) tidak mencari keuntungan diri sendiri
(7) tidak pemarah
(8) tidak menyimpan kesalahan orang lain
(9) tidak bersukacita karena ketidakadila tetapi karena kebenaran
(10) menutupi segala sesuatu
(11) percaya segala sesuatu
(12) mengharapkan segala sesuatu
(13) sabar menanggung segala sesuatu dalam kehidupan nyata.

Pengembangan Silabus

Keberhasilan proses Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam nuansa Kurikulum 2013 ditentukan oleh perencanaan yang baik dari seorang guru Pendidikan Agama Kristen. Daam hal ini seorang guru Pendidikan Agama Kristen adalah perancang pembelajaran. Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai perancang pembelajaran proses Pendidikan Agama Kriaten di sekolah. Perencanaan itu meliputi Silabus dan RPP. Dengan kata lain, dalam melaksanakan kurikulum 2013, seorang guru Pendidikan Agama Kristen bertindak sebagai perencana proses pembelajaran jangka pendek (6 bulan). Perencanaan Silabus dan RPP dipakai guru selama semester tertentu dengan jangka waktu 6 bulan. Bila guru Pendidikan Agama Kristen merencanakan proses pembelajaran secara baik maka guru tersebut telah menyelesaikan 50 % proses keberhasilan dalam pembelajaran, sisanya diselesaikan dalam tahap pelaksanaan proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.


Dalam perencanaan guru terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang dihasilkan dalam bentuk dokumen tertulis yaitu Silabus dan RPP, guru telah merencanakan banyak factor yang berkorelasi dengan proses pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013.





Dalam silabus, guru mesti merencanakan secara tertulis tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, pembelajaran dan penilaian. Setiap komponen silabus memiliki pengembangan tersendiri. Kompetensi inti dapat dikembangkan menjadi lebih dari satu kompetensi. Pengembangan ini didasarkan pada kompetensi yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran. Kompetensi yang dimaksud yaitu nilai, kemampuan (skill), pemahaman, pengetahuan. Demikian juga kompetensi dasar. Pengembangan kompetensi dasar bergantung pada pencapaian kompetensi inti. Perencanaan berikutnya yaitu materi pokok. Materi pokok disesuaikan dengan kompetensi dasar yang direncanakan. Sedangkan dalam komponen pembelajaran, seorang guru merencanakan tindakan terstruktur yang mesti dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi pembelajaran. Kata-kata yang digunakan tentunya kata-kata yang mendaung kata kerja operasional untuk domain yang dicapai dalam proses pembelajaran
Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perencanaan, guru dapat menentukan strategi atau langkah secara sistematis untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Bagian terakhir yaitu komponen penilaian. Pada komponen penilaian, guru mesti merencanakan cara penilaian yang akan dipakai guru dalam mengevaluasi ketercapaian proses pembelajaran. Penilaian yang dapat direncakan oleh guru antara lain: tes, tugas, portofolio.

Semoga bermanfaat

Salam
Yonas Muanley
Read More

Mitra STT Lukas Online

Mitra STT Lukas Online
Manusia tidak dapat melakukan sesuatu berdasarkan kekuatannya sendiri karena ia makluk sosial, karena itu manusia juga bergantung dengan sesamanya.
Dalam hal ini STT Lukas Online bermintra dengan beberapa peluang rejeki secukupnya yaitu:


Anda dapat mendaftar di Adsense untuk membangun kemitraan dalam mendapatkan penghasilan. Penghasilan itu diperoleh melalui pesan para sponsor yang bekerja sama dengan Adsense. Bila kita memiliki blog maka kita dapat mengubah hobi kita menjadi peluang yang memberi penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan melalui hobi kita dapat kita wujudkan melalui perjuangan mendaftar menjadi publisher google adsense. Dalam perjuangan untuk menjadikan blog kita sebagai blog yang diiinkan menerbitkan iklan maka kita harus mengikuti atau tunduk dan taat pada kebijakan google, bila tidak maka akun kita dihentikan. Ada yang secara mudah diterima menjadi publisher adsense namun ada yang membutuhkan waktu yang sangat lama seperti saya. Itulah sebabnya dalam artikel ini saya tulis mitra. Kita dapat bermitra dengan publisher mana saja. Ada kebebasan, saya memutuskan untuk bermitra dengan menjadi publisher adsense dalam blog ini. Pengalaman yang saya dapatkan selama penolakan berkali kali dalam membangun kemitraan menjadi pengalaman terindah dalam saya memotivasi diri untuk terus berjuang, tanpa pantang mundur sampai kerinduan saya terwujud.







Kemitraan ini memberikan peluang mendapatkan dollar. Pendapatan dollar disini berdasarkan kerja yang kita lakukan melalui blog. Kerja melalui blog sebenarnya tidak terlalu sulit. Dikatakan demikian karena siapa saja bisa punya blog dan dapat bermitra dengan program publisher (penerbit iklan di blog) untuk mendapatkan penghasilan. Penghasilan itu dalam bentuk dollar maupun rupiah. Namun harus diingat! kerja ini bukan cepat melimpah dengan dollar maupun rupiah. Semuanya melalui perjuangan yang cukup melelahkan. Namun perjuangan itu pasti memberi hasil.


Untuk sementara saya pending munculkan iklan Adnow karena saya harus cari informasi lagi agar tidak bertentangang dengan kebijakan google adsense

Selain Adnow, Anda dapat bermitra dengan program publisher seperti berikut

3. Bidvertiser
Saya mendaftar bidvertizer beberapa tahun lalu. Boleh dikatakan, ini pengalaman pertama saya diterima menjadi publisher dan dapat menerbitkan iklan di blog saya. Saya merasa sangat senang dan bermimpi untuk sesuatu yang lebih besar, namun harus secara bertahap saya perjuangkan





STT Lukas Online


Read More

Penjelasan Singkat STT Lukas Online

Penjelasan Singkat STT Lukas Online
STT Lukas Online sebenarnya merupakan kerinduan saya untuk memulai sebuah perguruan tinggi Teologi.Namun karena ada beberapa kendala yang belum dapat diatasi maka STT ini saya namakan STT Online atau Sekolah Tinggi Tinggi Teologi Lukas Online atau STT Lukas Online. Nama Lukas diambil dari Lukas 1:3. Ada 3 kata kunci penting dalam ayat ini yaitu meneliti dan membukukannya secara teratur. Jadi, STT Lukas Online menaruh fokus pada penelitian dan publikasi melalui media online.






Jadi, STT Lukas Online adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Teologi Lukas disingkat STT Lukas Online. Demikian penjelasan saya. Saya juga menegaskan bahwa ini hanya pada tataran menulis dan mempubliasi dan tidak menerima mahasiswa dan aktivitas kuliah sebagaimana layaknya Perguruan Tinggi. Untuk melaksanakan hal seperti ini (kuliah) harus ada izin pemerintah. Oleh karena itu kami hanya publikasi hasil berpikir. Oleh karena itu pembaca blog kami ingatkan bahwa STT Lukas Online bukan Institusi yang melaksanakan perkuliahan, kami sedang dalam rencana tetapi belum dalam waktu sekarang. Kami sekarang hanya fokus menulis dan mempublikasi saja melalui blog ini.

Demikian penjelasan kami

Yonas Muanley

Sumber:Pixabay

Gambar di atas hanya sekadar membuat tampilan blog menjadi indah, memang seharusnya STT harus punya kampus namun gambar di atas hanya illustrasi saja. Dan STT Lukas Online tidak punya kampus, hanya dalam dunia online dan sifatnya menulis dan publikasi. Tidak lebih dari itu.
Read More

Kurikulum Stratum S1 Teologi

Kurikulum Stratum S1 Teologi
Kurikulum Stratum S1 Teologi S1 Teologi yang dimaksud disini adalah sejumlah pengalaman kuliah mahasiswa pada tingkat Sarjana Teologi yang menjadi tanggungjawab perguruan tinggi teologi yang berbentuk sekolah tinggi maupun universitas. Berikut Beberapa Pengelompokkan Mata Kuliah

Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
1. Pendidikan Kewarganegaraan
2. Bahasa Indonesia
3. Bahasa Inggris
4. Logika
5. Pancasila
6. Filsafat Teologi
7. Metode Penelitian
8. Psikologi Umum
9. Sosiologi
10. Psikologi Umum

Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan
1. Pembimbing Pengetahuan PL
2. Pembimbing Pengetahuan PL
3. Bahasa Ibrani
4. Bahasa Yunani
5. Hermeneutika
6. Pembimbing Teologi Sistematika
7. Eksegesis PL
8. Eksegesis PB
9. Filsafat
10. Teologi Perjanjian Lama 1
11. Teologi Perjanjian Lama 2
12. Teologi Perjanjian Baru 1
12. Teologi Perjanjian Baru 2

Mata Kuliah Keahlian Berkarya

1. Entrepreneurship
2. Etika
3. Sejarah Gereja Umum
4. Sejarah Gereja Asia
5. Sejarah Gereja Indonesia
6. Oikumenika
7. Kepemimpinan Kristen
8. Pembinaan Warga Gereja
9. Pastoral
10. Liturgika
11. Homiletika
12. Misiologi




Mata kuliah di atas dapat dikembangkan lagi atau ditambah dengan mata kuliah yang dirancang institusi agar sesuai visi dan misi institusi. JAdi, mata kuliah yang disebut di atas adalah kurikulum inti yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen.

Dengan melaksanakan kurikulum yang dilaksanakan dalam perguruan tinggi sebagaimana yang disebutkan di atas dengan tambahan sejumlah mata kuliah institusi maka lulusan yang diharapkan mampu melaksanakan pengabdian di bidang teologi dan penggembalaan jemaat yang akan dilayani oleh gereja dari berbagai denominasi yang ada di seluruh Indonesia.

Setiap daerah di Indonesia memiliki pergumulan multikultural yang berbeda-beda, dari aspek-aspek tertentu gereja berada dalam pergumulan multikultural yang sama tetapi pada sisi yang lain ada perbedaan pergumulan kontekstual.

Ada yang setelah menyelesaikan Sarjana Teologi harus menjalani masa vikariat dalam waktu yang relatif lama. Hal ini bergantung pada gereja di mana seorang Sarjana Teologi melaksanakan masa vikariat. tentu proses ini memerlukan kesabaran dan kesetiaan seorang yang hendak menjadi seorang pendeta jemaat. Setelah masa yang memungkinkan maka seorang vikaris akan ditahbiskan menjadi seorang pendeta.

Semoga bermanfaat.
Read More

Silabus Pneumatologi

Silabus Pneumatologi
Mata Kuliah : Pneumatologi (Doktrin Roh Kudus).
Bobot sks : 2 sks
Jurusan : Pastoral, Penginjilan dan Misi
Program Studi : S 1 Profesional
Semester : II
Mata Kuliah Prasyarat : -
Pengajar/Dosen : Deky Hidnas Yan Nggadas, M.Div.
Standar Kompetensi :

Mhs. mampu menjelaskan sejarah doktrin Roh Kudus, memiliki keyakinan yang benar tentang doktrin Roh Kudus dan menerapkan ajaran tentang Roh Kudus dalam kehidupan pribadi, dan komunitas pelayanan

Kompetensi Dasar : Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk:
1. Doktrin Roh Kudus dalam Sejarah (aspek Historis)
Indikator:
a. Abad Pertama
b. Abad Pertengahan
c. Abad Abad Reformasi
2. Doktrin Roh Kudus dalam Alkitab (PL dan PB; Aspek Biblika)
a. PL
b. PB
3. Pembahasan Dogmatis/Sistemtis (Pribadi dan Karya Kristus)
a. Pribadi Kristus
b. Karya Kristus

Indikator:

Setelah menyelesaikan seluruh materi perkuliahan ini diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan:

1. Menjelaskan sejarah Doktrin Roh Kudus Abad Pertama
2. Menjelaskan sejarah doktrin Roh Kudus Abad Pertengahan
3. Menjelaskan sejarah doktrin Roh Kudus Abad Reformasi
4. Menelaah doktrin Roh Kudus dalam Perjanjian Lama
5. Menelaah doktrin Roh Kudus dalam PB
6. Menilai Pembahasan Dogmatis/Sistemtis Pribadi Roh Kudus
7. Menilai Pembahasan dogmatis Karya Kristus


Deskripsi Mata Kuliah:

Dalam perkuliahan ini dibahas tentang

Materi Pokok Perkuliahan:
1. Doktrin Roh Kudus dalam Sejarah (aspek Historis)
Indikator:
a. Abad Pertama
b. Abad Pertengahan
c. Abad Abad Reformasi
2. Doktrin Roh Kudus dalam Alkitab (PL dan PB; Aspek Biblika)
a. PL
b. PB
3. Pembahasan Dogmatis/Sistemtis (Pribadi dan Karya Kristus)
a. Pribadi Kristus
b. Karya Kristus


Pendekatan Pembelajaran:
Ceramah, presentasi,Tanya jawab/diskusi

Penilaian:

4. Tugas terstruktur : 70 %
Tugas Kelompok (3-5 orang): Buatlah garis besar khotbah ekspositori, tekstusl dan topical ! Presentasikan!
Pribadi: Buatlah sebuah khotbah dengan durasi 10 menit, lengkap dengan ilustrasinya
Laporan Bacaan : dari salah satu buku dalam daftar kepustakaan ( halaman)

7. UTS …………… :15 %
8. UAS …………... : 15 %





Read More

Silabus Teologi Perjanjian Baru

Silabus Teologi Perjanjian Baru
Silabus berikut ini adalah bahan saudara Yusuf Lifire, M.Th. Saya posting sekiranya bermanfaat. Beliau mengambil Magister Teologi di Belanda, belajar bahasa Yunani klasik yang pernah dipakai oleh Plato. Nepa Minta maaf.

Mata Kuliah : Teologi Perjanjian Baru.
Bobot sks : 2 sks
Jurusan : Pastoral, Penginjilan dan Misi
Program Studi : S 1 Profesional
Semester : IV
Mata Kuliah Prasyarat : -
Pengajar/Dosen : Yusuf Lifire, Th.M.
Standar Kompetensi :
Mhs. mampu mengkritis berbagai topic dalam Teologi Perjanjian Baru dan menerapkan dalam pelayanan masa kini.

Kompetensi Dasar :

Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk:

1.Menjelaskan Pengertian Teologi PB
2.Menilai Quest of Jesus : Studi Historis – Kritis mengenai Yesus:
3.Menjelaskan pandangan-pandangan Non Kristen (Yosephus, Penulis Romawi, Literatur Rabinis)
4.Menjelaskan Pembentukan kitab-kitab Injil (Kritik bentuk, kritik sumber, redaksi)
5.Mengenali Kronologi Kehidupan Yesus
6.Menjelaskan beberapa hal mengenai pengantar kitab-kitab Injil
7.Menjelaskan Yesus menurut kitab-kitab Injil

Indikator:

Setelah menyelesaikan seluruh materi perkuliahan ini diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan:

1. Menjelaskan pengertian Teologi Perjanjian Baru?
2. Menjelaskan First Quest
3. Menjelaskan Second Quest
4. Menjelaskan Third Quest
5. Menjelaskan pandangan Yosephus mengenai Yesus
6. Menjelaskan pandangan Penulis Romawi mengenai Yesus
7. Menjelaskan pandangan Literatur Rabinis tentang YEsus
8. Menjelaskan Pembentukan kitab-kitab Injil yaitu Kritik Bentuk
9. Menjelaskan pembentukan kitab-kitab Injil menurut Kritik Sumber
10. Menjelaskan pembentukan kitab-kitab Injil menurut Kritik Redaksi
11. Menjelaskan Kronologi Kehidupan Yesus
12. Menjelaskan Beberapa hal mengenai pengantar kitab-kitab Injil Matius
13. Menjelaskan beberapa hal mengenai pengantar kitab-kitab Injil Markus
14. Menjelaskan beberapa hal mengenai pengantar kitab Injil Lukas
15. Menjelaskan beberapa hal mengenai pengantar kitab Injil Yohanes
16. Menjelaskan Yesus menurut kitab-kitab Injil dari aspek SilsilahNya, Sanak keluarga Yesus, Kelahirannya, Masa kanak-kanak dan mudanya.
17. Menjelaskan Yesus dan Pendahuluannya : Yohanes Pembaptis, Yesus dan pemberitaan-Nya
18. Menjelaskan Kerajaan Yesus: Kerajaan Allah – Kerajaan Surga, Gereja – Jemaat
19. Menjelaskan Yesus dan gelar-gelar Yesus: Mesias, Anak Allah, Anak Manusia, Anak Daud, Tuhan Allah
20. Menjelaskan kematian dan kebangkitan-Nya
Deskripsi Mata Kuliah:
Dalam perkuliahan ini dibahas tentang
Materi Pokok Perkuliahan:
1. Pengertian Teologi PB
2. Quest of Jesus : Studi Historis – Kritis
3. Pandangan-pandangan Non Kristen (Yosephus, Penulis Romawi, Literatur Rabinis)
4. Menjelaskan Pembentukan kitab-kitab Injil (Kritik bentuk, kritik sumber, redaksi)
Ujian Akhir Semester (Dilaksnakan pada pertemuan ke 7)
5. Mengenali Kronologi Kehidupan Yesus
6. Menjelaskan beberapa hal mengenai pengantar kitab-kitab Injil
7. Menjelaskan Yesus menurut kitab-kitab Injil:
Ujian Akhir Semester (dilaksanakan pada pertemuan ke 14)

Jumlah pertemuan 14 x pertemuan (1 sks 50 menit).

Pendekatan Pembelajaran:
Ceramah, penugasan (studi mandir), diskusi kelompok

Penilaian:

1. Tugas terstruktur : 70 %
Riset Biblika tentang topic-topik dalam Teologi PB
Terjemahan
3. UTS …………… :15 %
4. UAS …………... : 15 %

Read More