Panduan Singkat Menulis Artikel untuk Jurnal Terindeks Scopus
Menulis artikel untuk jurnal terindeks Scopus bukan sekadar membuat tulisan yang panjang atau menggunakan banyak referensi. Artikel ilmiah perlu memiliki masalah penelitian yang jelas, landasan ilmiah, research gap, novelty, argumentasi, dan kontribusi akademik.
1. Mulai dari Masalah Penelitian
Tentukan terlebih dahulu persoalan akademik yang hendak dibahas. Hindari memulai tulisan hanya dari topik yang terlalu umum.
Pola sederhana yang dapat digunakan adalah:
Topik → Masalah → Pertanyaan Penelitian
2. Tinjau Penelitian Terdahulu
Baca artikel-artikel yang relevan, terutama artikel jurnal internasional dan penelitian terbaru. Tujuannya bukan sekadar mengumpulkan kutipan, tetapi memahami apa yang sudah diteliti dan apa yang masih belum terjawab.
Literatur harus digunakan untuk membangun argumentasi, bukan hanya sebagai pelengkap daftar pustaka.
3. Temukan Research Gap
Research gap adalah ruang yang belum cukup dijelaskan oleh penelitian sebelumnya. Gap dapat berupa kekurangan teori, konsep, metode, perspektif, maupun konteks penelitian.
Rumus sederhana yang dapat digunakan:
Penelitian sebelumnya telah membahas A dan B, tetapi belum cukup menjelaskan C.
Bagian C dapat menjadi ruang penelitian yang dikembangkan dalam artikel.
4. Tentukan Novelty
Setelah menemukan research gap, tentukan apa yang baru dari artikel yang ditulis. Novelty dapat berupa konsep baru, model baru, sintesis teori, perspektif baru, reinterpretasi, atau penerapan konsep pada konteks tertentu.
Novelty harus terlihat dalam argumentasi dan pembahasan, bukan hanya disebutkan dalam pendahuluan.
5. Rumuskan Pertanyaan dan Tujuan Penelitian
Pertanyaan penelitian harus berhubungan langsung dengan research gap. Tujuan penelitian kemudian dirumuskan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Dengan demikian, terdapat hubungan yang jelas antara masalah, pertanyaan penelitian, tujuan, metode, dan hasil penelitian.
6. Pilih Metode yang Tepat
Metode penelitian harus sesuai dengan masalah dan pertanyaan penelitian. Dalam bidang Teologi dan Pendidikan, beberapa pendekatan yang dapat digunakan antara lain qualitative research, library research, analisis teologis, interpretasi biblika, penelitian historis, analisis filosofis, dan case study.
Metode harus dijelaskan secara transparan sehingga pembaca dapat memahami bagaimana data atau sumber penelitian dianalisis.
7. Bangun Argumentasi Ilmiah
Artikel ilmiah bukan sekadar kumpulan pendapat para ahli. Literatur perlu didialogkan, dibandingkan, dikritisi, dan disintesiskan untuk membangun argumentasi penulis.
Pertanyaan penting dalam bagian ini adalah: Apa argumentasi utama artikel ini?
8. Tunjukkan Temuan dan Kontribusi
Artikel harus menghasilkan sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Dalam penelitian konseptual, hasil penelitian dapat berupa model, kerangka konseptual, sintesis teori, atau konstruksi pemikiran baru.
Kontribusi artikel dapat dijelaskan dalam beberapa bidang:
- Kontribusi teoretis
- Kontribusi teologis
- Kontribusi pendidikan
- Implikasi praktis
9. Gunakan Struktur Artikel yang Jelas
Struktur umum artikel ilmiah dapat disusun sebagai berikut:
- Judul
- Abstract
- Keywords
- Introduction
- Literature Review atau Theoretical Framework
- Method
- Results atau Findings
- Discussion
- Implications
- Conclusion
- References
Struktur tersebut dapat disesuaikan dengan author guidelines jurnal yang dituju.
10. Pilih Jurnal dengan Cermat
Sebelum mengirim artikel, periksa status indeksasi jurnal, kesesuaian scope, bidang kajian, ketentuan penulis, biaya publikasi, gaya referensi, dan persyaratan lainnya.
Status indeksasi sebaiknya diperiksa melalui sumber resmi dan informasi jurnal yang terbaru karena status suatu jurnal dapat berubah.
Rumus Sederhana Menulis Artikel
Masalah → Literature → Research Gap → Research Question → Method → Finding → Novelty → Contribution → Target Journal
Prinsip Utama
Artikel yang ditujukan kepada jurnal terindeks Scopus tidak harus menggunakan bahasa yang rumit. Yang lebih penting adalah kejelasan masalah, kekuatan argumentasi, kualitas sumber, ketepatan metode, kebaruan, dan kontribusi ilmiah.
Masalahnya penting, gap-nya jelas, novelty-nya nyata, argumentasinya kuat, dan kontribusinya dapat dipertanggungjawabkan.